Sabtu, 28 Maret 2026. 16.17 WIB
Admin - PKBM SSK
Temanggung - Suasana hangat menyelimuti Gedung PKBM Soemarno Soekarjadi Kartowikromo (SSK) pada Sabtu (28/03). Lebih dari sekadar seremoni rutin, acara Halal Bihalal dan Silaturahmi ini menjadi momen pembuktian bahwa pendidikan kesetaraan bukan hanya soal mengejar selembar kertas ijazah, melainkan tentang membangun ikatan kekeluargaan yang erat.
Kepala PKBM SSK, Iqbal Al Ghifari, membuka acara dengan pesan yang menyentuh. "Di sini kita tidak hanya mencari ilmu, tapi juga mencari keluarga," ujarnya. Beliau mengingatkan kembali memori masa lalu menggambarkan betapa perjuangan para tutor dan murid telah melewati berbagai rintangan demi kemajuan bersama.
Suasana semakin hidup saat Ipung membagikan kisah inspiratif tentang Malik (Sunan Gresik). Malik adalah sosok "pembelajar mandiri" yang jauh-jauh dari Azerbaijan menuju Nusantara bukan untuk menuntut ilmu secara pasif, melainkan untuk memberi manfaat. Melalui aksi nyata memperbaiki sistem pertanian di tengah carut-marut Perang Paregreg, Malik membuktikan bahwa ilmu yang paling tinggi adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat single fighter dan pengabdian Malik inilah yang diharapkan menular kepada seluruh siswa PKBM.
Harapan besar juga disampaikan oleh Meidiala terkait kalender pendidikan mendatang. Beliau menekankan pentingnya bekal hidup berupa spiritualitas dan teknologi informasi. "Jangan berkecil hati, banyak lulusan PKBM yang sukses," pesannya sembari memaparkan rencana pelatihan keterampilan di bulan April.
Momen haru muncul saat sesi kesan pesan. Dari murid-murid menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan tutor, hingga kisah inspiratif dari murid lain yang berwirausaha kecambah, hingga yang bercita-cita tinggi. Keberagaman latar belakang ini justru memperkaya warna di PKBM SSK.
Acara ditutup dengan makan bersama, sebuah simbol sederhana namun kuat akan kerukunan. Di PKBM SSK, setiap orang diterima apa adanya, saling membantu, dan tumbuh bersama sebagai satu keluarga besar. (ZN)